Pertemuan pertama mereka memang pertama hanya sebatas teman seperjalanan saja, tapi setelah beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu dan akhirnya mereka dapat berteman baik seterusnya. Namun, ternyata Harry dan Sally akhirnya berhubungan seks saat Sally sedang patah hati akibat ditinggal mantan pacarnya menikah. Hal itulah yang akhirnya membuat jarak di anatara mereka berdua. Sally kembali kecewa dan memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Harry. Ia menghindari setiap percakapan yang Harry bicarakan menyangkut masalah malam itu. Ia juga tidak mau mengangkat telepon Harry walaupun Harry melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian Sally agar ia mau mengangkat teleponnya dan memaafkan Harry.
Singkat cerita, Sally akhirnya mau berbicara lagi dengan Sally di telepon namun tetap Sally memasang jarak di antara mereka. Ia menolak ajakan Harry untuk menghabiskan waktu melewati tahun baru bersama-sama. Di saat itulah, Harry merasa kosong, ia hanya berjalan kaki sendirian di tengah kota. Begitu juga dengan Sally, walaupun ia berada di sebuah pesta bersama temannya, ia tidak merasa nyaman dan kosong. Harry memutuskan untuk menghampiri Sally dan menyatakan cintanya. Ia mencintai Sally apa adanya, ia menyukai Sally walaupun ia harus menunggu Sally memesan salad dengan berbagai permintaan. Ia menyukai perbincangan telepon dengan Sally saat malam sebelum tidur. Ia menyukai Sally bukan karena ia kesepian. Setelah 12 tahun dan 3 bulan mereka berkenalan, menjalani pertemanan yang penuh perbedaan, akhirnya mereka menikah.
Dari film ini bisa disimpulkan bahwa perbedaan itu pasti ada. Saat seseorang berhubungan, berteman dengan orang lain yang pastinya mempunyai perbedaan cara hidup, perbedaan personality, perbedaaan sifat, persepsi dan latar belakang. Namun perbedaan itu dapat diatasi dengan menjalin komunikasi. Sally yang sangat perfeksionis dan hidup rapi dan bersih harus berhadapan dengan Harry yang liar.
Ketika awal perkenalan di perjalanan itu, mereka tetap saling respek satu dengan yang lain walaupun mereka sering beradu pendapat. Harry juga memberikan rasa empati nya pada Sally dengan memuji Sally wanita yang atraktif padahal mereka baru berkenalan beberapa jam. Memberikan pujian dapat sedikit mencairkan suasana anxiety (rasa kikuk) dan uncertainty (rasa ragu)ketika dua orang asing bertemu. Memberikan pujian terhadap orang yang baru dikenal memang sulit.
Menurut teori konflik manajemen Stella Ting Toomey, ada 4 tipe dalam mengatasi konflik yaitu avoiding, obliging, compromising, dominating, dan integrating. Ketika Sally marah terhadapa Harry, ia memilih cara avoiding yaitu tidak ingin membicarakan masalah itu dan tidak menjawab telepon dari Harry.. Sedangkan Harry memilih cara obliging ataupun compromising yaitu menjelaskan dan berkompromi bersama.
Elvira Puspasari Chandra
MC 10-6B
(Intercultural Communication)
Singkat cerita, Sally akhirnya mau berbicara lagi dengan Sally di telepon namun tetap Sally memasang jarak di antara mereka. Ia menolak ajakan Harry untuk menghabiskan waktu melewati tahun baru bersama-sama. Di saat itulah, Harry merasa kosong, ia hanya berjalan kaki sendirian di tengah kota. Begitu juga dengan Sally, walaupun ia berada di sebuah pesta bersama temannya, ia tidak merasa nyaman dan kosong. Harry memutuskan untuk menghampiri Sally dan menyatakan cintanya. Ia mencintai Sally apa adanya, ia menyukai Sally walaupun ia harus menunggu Sally memesan salad dengan berbagai permintaan. Ia menyukai perbincangan telepon dengan Sally saat malam sebelum tidur. Ia menyukai Sally bukan karena ia kesepian. Setelah 12 tahun dan 3 bulan mereka berkenalan, menjalani pertemanan yang penuh perbedaan, akhirnya mereka menikah.
Dari film ini bisa disimpulkan bahwa perbedaan itu pasti ada. Saat seseorang berhubungan, berteman dengan orang lain yang pastinya mempunyai perbedaan cara hidup, perbedaan personality, perbedaaan sifat, persepsi dan latar belakang. Namun perbedaan itu dapat diatasi dengan menjalin komunikasi. Sally yang sangat perfeksionis dan hidup rapi dan bersih harus berhadapan dengan Harry yang liar.
Ketika awal perkenalan di perjalanan itu, mereka tetap saling respek satu dengan yang lain walaupun mereka sering beradu pendapat. Harry juga memberikan rasa empati nya pada Sally dengan memuji Sally wanita yang atraktif padahal mereka baru berkenalan beberapa jam. Memberikan pujian dapat sedikit mencairkan suasana anxiety (rasa kikuk) dan uncertainty (rasa ragu)ketika dua orang asing bertemu. Memberikan pujian terhadap orang yang baru dikenal memang sulit.
Menurut teori konflik manajemen Stella Ting Toomey, ada 4 tipe dalam mengatasi konflik yaitu avoiding, obliging, compromising, dominating, dan integrating. Ketika Sally marah terhadapa Harry, ia memilih cara avoiding yaitu tidak ingin membicarakan masalah itu dan tidak menjawab telepon dari Harry.. Sedangkan Harry memilih cara obliging ataupun compromising yaitu menjelaskan dan berkompromi bersama.
Elvira Puspasari Chandra
MC 10-6B
(Intercultural Communication)

0 comments:
Post a Comment