Saya sudah menjadi seorang Kristen dari sejak kecil, namun saya benar-benar menjadi seorang pengikut Kristus sejak SMP. Setiap tindakan, perkataan dan pemikiran saya adalah karena takut akan Tuhan. Saya sudah dibaptis pada tahun 2002. saya sangat bersyukur bisa mengenal Kristus dan bertumbuh di dalam Dia seiring waktu, karena Dialah jalan keselamatan satu-satunya. Saya diberi anugerah untuk bisa datang kepadaNya secara cuma-cuma. Tidak murah, tetapi gratis dan sangat mahal. Dosa saya dibayar oleh darah AnakNya sendiri yaitu Yesus Kristus. Tetapi apa buktinya saya mengasihi Dia? Di Yohanes 14:15 tertulis, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu”. Berarti saya akan dan sudah seharusnya melakukan segala perintahNya, segala sesuatu yang menyenangkan hatiNya jika saya memang mengasihi Dia. Seperti kita menyayangi pacar, misalnya, kita pasti mau menunjukkan kasih melalui perbuatan. Begitu juga dengan Bapa saya sendiri, saya mengakui Dia adalah Tuhan saya dengan mulut dan hati, dan tentu saja harus ada bukti nyata kalau saya adalah anakNya yang mengasihi Dia. Sebab iman tanpa perbuatan adalah nol. Saya merasakan sekali bagaimana saya rindu untuk menyenangkanNya melalui kehidupan sehari-hari saya. Setiap apa yang saya akan lakukan, saya akan berpikir terlebih dahulu, apakah ini menyenangkan hati Tuhan atau tidak, apakah ini layak di hadapanNya atau tidak. Walau sering kali saya tetap melakukan apa yang menjadi kesenangan atau saya pribadi. Saya tidak berbohong, tidak merusak tubuh saya yang merupakan bait Allah (tidak merokok, tidak memakai narkoba, tidak melakukan seks bebas, minum alkohol), bertekun dalam doa, tidak memberontak dengan orang tua dan guru, menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk pelayanan, tidak menolak pelayanan hanya dengan alasan tidak bisa atau malas, tidak menyebut nama Allah dengan sembarangan, menjaga lidah saya untuk tidak berkata kasar, tidak memfitnah, percaya bahwa Tuhan menyediakan segala sesuatu indah pada waktuNya, menjauhkan mata dan pikiran saya dari hal zinah, belajar sungguh-sungguh karena kuliah juga merupakan anugrah dari Tuhan yang tidak boleh disia-siakan, mau belajar mengampuni orang yang bersalah pada saya. Apa yang saya lakukan adalah karena saya tidak mau mengecewakan Tuhan. Dia sudah mati dan bangkit bagi saya, dan mengangkat saya menjadi anakNya. Jadi, saya mau terus hidup kudus seperti Bapa saya, hidup berkenan di hadapan Allah yang menyelamatkan saya, dan sebagai rasa syukur saya atas kasihNya.
Sebagai manusia yang terlahir dalam dosa, tentu saya masih sering menyakiti hati Allah. Saya rindu sekali punya hati yang bisa benar-benar mengampuni orang yang bersalah kepada saya dan tidak mengingat kesalahannya lagi. Saya sedang belajar untuk melakukannya terus dan ternyata memang susah. Namun saya yakin Tuhan yang akan memampukan saya. Selain itu, saya rindu sekali untuk benar-benar mempunyai kasih dan membagikannya dengan orang lain terutama keluarga saya, karena saya dikenal sebagai orang yang tertutup, cuek dan keras di dalam keluarga, dan menjadi terang dan garam di tengah-tengah orang banyak (membawa jiwa baru, membantu orang dalam kesusahan). Saya juga rindu untuk mempunyai hati yang terus ingat Tuhan di dalam apapun yang saya lakukan, hati yang terus bersyukur apapun itu walau hal kecil, hati yang tertuju pada Tuhan saja terutama saat pelayanan. Pelayanan yang bukan untuk diri sendiri, tapi benar-benar tulus untuk Tuhan, karena sering kali saya melayani di gereja melalui bermain drama. Bermain drama membuat saya menjadi dikenal dan sering dipuji. Hal itu kerap kali membuat tujuan pelayanan saya menjadi menyimpang.
Menurut saya, peranan saya di gereja tidaklah begitu banyak. Sebenarnya Tuhan bisa saja memakai orang lain untuk melakukan pekerjaan-pekerjaanNya. Tetapi saya diberi anugerah dan kesempatan untuk melakukannya. Saya adalah jemaat yang melayani. Saya melayani Tuhan melalui klub drama di gereja dan menjadi anggota pengurus komisi pemuda sebagai tim penjangkauan. Melalui pelayanan tersebut, saya membawa pengatuh untuk orang lain dan juga diri saya sendiri. Misalnya lewat drama di acara gereja, drama tersebut dapat membantu orang-orang untuk memahami firman dengan lebih mudah. Apalagi klub drama yang sudah sekitar 4 tahun saya bergabung ini tidak hanya untuk bermain drama saja. Tim ini setiap minggu-nya ada pertemuan untuk membaca Alkitab bersama dan latihan. Setiap anggota dituntut untuk berkomitmen dan melakukan perubahan dalam diri masing-masing, yang merupakan langkah awal untuk bisa mengubah orang lain dan menjadi teladan bagi orang lain. Selain bergabung dengan klub drama, saya juga terlibat dalam kepengurusan komisi pemuda (college fellowship) di gereja saya. Melalui kepengerusan ini, saya mempunyai tugas untuk mengjangkau orang-orang yang belym drana ke gereja atau yang belum datang ke komisi pemuda, dan menjalin hubungan baik dengan jemaat. Tidak hanya menjangkau, tetapi juga sebgaia bagian dari tim pengurus, saya ikut membantu rekan pengurus lainnya, misalnya ikut menyumbang ide program apa yang ingin dibuat selanjutnya. Sebagai generasi muda di gereja, saya bertanggng jawab dalam kemajuan/ pertumbuhan gereja saya sendiri, termasuk saya sendiri. Tetapi saya sdar sekali, saya ini bukanlah apa-apa. Tuhan bisa memakai orang lain untuk melakukan pekerjaanNya. Tuhan tidak memerlukan saya tetapi saya memerlukan Tuhan.
Sebenarnya saya sedikit bingung apa peranan saya dalam masyarakat. Tetapi yang pasti, saya berlaku sebagaimana orang yang hidup di antara masyarakat dengan tidak menjadi pengganggu. Saya bertutur kata dan berlaku baik. Sya adalah seorang mahasiswa yang bertanggung jawab, dan pengguna fasiltan umum yang baik. Saya sangat anti membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, saya ikut berperean dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Saya juga berperan menjadi terang dan garam dalam masyarakat dengan berlaku sebagaiaman Tuhan inginkan. Amin.
(25 October 2007)
Sebagai manusia yang terlahir dalam dosa, tentu saya masih sering menyakiti hati Allah. Saya rindu sekali punya hati yang bisa benar-benar mengampuni orang yang bersalah kepada saya dan tidak mengingat kesalahannya lagi. Saya sedang belajar untuk melakukannya terus dan ternyata memang susah. Namun saya yakin Tuhan yang akan memampukan saya. Selain itu, saya rindu sekali untuk benar-benar mempunyai kasih dan membagikannya dengan orang lain terutama keluarga saya, karena saya dikenal sebagai orang yang tertutup, cuek dan keras di dalam keluarga, dan menjadi terang dan garam di tengah-tengah orang banyak (membawa jiwa baru, membantu orang dalam kesusahan). Saya juga rindu untuk mempunyai hati yang terus ingat Tuhan di dalam apapun yang saya lakukan, hati yang terus bersyukur apapun itu walau hal kecil, hati yang tertuju pada Tuhan saja terutama saat pelayanan. Pelayanan yang bukan untuk diri sendiri, tapi benar-benar tulus untuk Tuhan, karena sering kali saya melayani di gereja melalui bermain drama. Bermain drama membuat saya menjadi dikenal dan sering dipuji. Hal itu kerap kali membuat tujuan pelayanan saya menjadi menyimpang.
Menurut saya, peranan saya di gereja tidaklah begitu banyak. Sebenarnya Tuhan bisa saja memakai orang lain untuk melakukan pekerjaan-pekerjaanNya. Tetapi saya diberi anugerah dan kesempatan untuk melakukannya. Saya adalah jemaat yang melayani. Saya melayani Tuhan melalui klub drama di gereja dan menjadi anggota pengurus komisi pemuda sebagai tim penjangkauan. Melalui pelayanan tersebut, saya membawa pengatuh untuk orang lain dan juga diri saya sendiri. Misalnya lewat drama di acara gereja, drama tersebut dapat membantu orang-orang untuk memahami firman dengan lebih mudah. Apalagi klub drama yang sudah sekitar 4 tahun saya bergabung ini tidak hanya untuk bermain drama saja. Tim ini setiap minggu-nya ada pertemuan untuk membaca Alkitab bersama dan latihan. Setiap anggota dituntut untuk berkomitmen dan melakukan perubahan dalam diri masing-masing, yang merupakan langkah awal untuk bisa mengubah orang lain dan menjadi teladan bagi orang lain. Selain bergabung dengan klub drama, saya juga terlibat dalam kepengurusan komisi pemuda (college fellowship) di gereja saya. Melalui kepengerusan ini, saya mempunyai tugas untuk mengjangkau orang-orang yang belym drana ke gereja atau yang belum datang ke komisi pemuda, dan menjalin hubungan baik dengan jemaat. Tidak hanya menjangkau, tetapi juga sebgaia bagian dari tim pengurus, saya ikut membantu rekan pengurus lainnya, misalnya ikut menyumbang ide program apa yang ingin dibuat selanjutnya. Sebagai generasi muda di gereja, saya bertanggng jawab dalam kemajuan/ pertumbuhan gereja saya sendiri, termasuk saya sendiri. Tetapi saya sdar sekali, saya ini bukanlah apa-apa. Tuhan bisa memakai orang lain untuk melakukan pekerjaanNya. Tuhan tidak memerlukan saya tetapi saya memerlukan Tuhan.
Sebenarnya saya sedikit bingung apa peranan saya dalam masyarakat. Tetapi yang pasti, saya berlaku sebagaimana orang yang hidup di antara masyarakat dengan tidak menjadi pengganggu. Saya bertutur kata dan berlaku baik. Sya adalah seorang mahasiswa yang bertanggung jawab, dan pengguna fasiltan umum yang baik. Saya sangat anti membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, saya ikut berperean dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Saya juga berperan menjadi terang dan garam dalam masyarakat dengan berlaku sebagaiaman Tuhan inginkan. Amin.
(25 October 2007)

0 comments:
Post a Comment