Tuesday, June 16, 2009

When Harry Met Sally

When Harry Met Sally adalah sebuah film drama komedi yang mengisahkan tentang sepasang sahabat yang awalnya mereka tak mempunyai niat untuk berteman sampai akhirnya beberapa kali pertemuan membuat mereka berteman baik dan akhirnya menikah setelah 11 tahun lebih perkenalan. Harry dan Sally berkenalan dari sebuah perjalanan dari Chicago ke New York. Harry yang liar menempuh perjalanan tersebut bersama Sally yang rapi, perfeksionis. Harry berpendapat bahwa seorang lelaki tidak akan dapat bersahabat dengan teman wanita karena laki-laki pasti akan meminta teman wanitanya itu untuk berhubungan seks, tidak murni bersahabat. Tentu saja Sally tidak menyetujui hal tersebut.

Pertemuan pertama mereka memang pertama hanya sebatas teman seperjalanan saja, tapi setelah beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu dan akhirnya mereka dapat berteman baik seterusnya. Namun, ternyata Harry dan Sally akhirnya berhubungan seks saat Sally sedang patah hati akibat ditinggal mantan pacarnya menikah. Hal itulah yang akhirnya membuat jarak di anatara mereka berdua. Sally kembali kecewa dan memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Harry. Ia menghindari setiap percakapan yang Harry bicarakan menyangkut masalah malam itu. Ia juga tidak mau mengangkat telepon Harry walaupun Harry melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian Sally agar ia mau mengangkat teleponnya dan memaafkan Harry.

Singkat cerita, Sally akhirnya mau berbicara lagi dengan Sally di telepon namun tetap Sally memasang jarak di antara mereka. Ia menolak ajakan Harry untuk menghabiskan waktu melewati tahun baru bersama-sama. Di saat itulah, Harry merasa kosong, ia hanya berjalan kaki sendirian di tengah kota. Begitu juga dengan Sally, walaupun ia berada di sebuah pesta bersama temannya, ia tidak merasa nyaman dan kosong. Harry memutuskan untuk menghampiri Sally dan menyatakan cintanya. Ia mencintai Sally apa adanya, ia menyukai Sally walaupun ia harus menunggu Sally memesan salad dengan berbagai permintaan. Ia menyukai perbincangan telepon dengan Sally saat malam sebelum tidur. Ia menyukai Sally bukan karena ia kesepian. Setelah 12 tahun dan 3 bulan mereka berkenalan, menjalani pertemanan yang penuh perbedaan, akhirnya mereka menikah.

Dari film ini bisa disimpulkan bahwa perbedaan itu pasti ada. Saat seseorang berhubungan, berteman dengan orang lain yang pastinya mempunyai perbedaan cara hidup, perbedaan personality, perbedaaan sifat, persepsi dan latar belakang. Namun perbedaan itu dapat diatasi dengan menjalin komunikasi. Sally yang sangat perfeksionis dan hidup rapi dan bersih harus berhadapan dengan Harry yang liar.

Ketika awal perkenalan di perjalanan itu, mereka tetap saling respek satu dengan yang lain walaupun mereka sering beradu pendapat. Harry juga memberikan rasa empati nya pada Sally dengan memuji Sally wanita yang atraktif padahal mereka baru berkenalan beberapa jam. Memberikan pujian dapat sedikit mencairkan suasana anxiety (rasa kikuk) dan uncertainty (rasa ragu)ketika dua orang asing bertemu. Memberikan pujian terhadap orang yang baru dikenal memang sulit.

Menurut teori konflik manajemen Stella Ting Toomey, ada 4 tipe dalam mengatasi konflik yaitu avoiding, obliging, compromising, dominating, dan integrating. Ketika Sally marah terhadapa Harry, ia memilih cara avoiding yaitu tidak ingin membicarakan masalah itu dan tidak menjawab telepon dari Harry.. Sedangkan Harry memilih cara obliging ataupun compromising yaitu menjelaskan dan berkompromi bersama.


Elvira Puspasari Chandra
MC 10-6B
(Intercultural Communication)

Tuesday, April 7, 2009

Book Cover

for my investigation collection book

(January 2008)

Ketika Anak Enggan Belajar

Gilbert akan melempar buku pekerjaan rumahnya, dan bahkan meronta-ronta di lantai bila diperintahkan untuk mengerjakan tugas sekolah atau belajar. Liana, ibuny sangat depresi menghadapi Gilbert yang sangat anti belajar mengatakan ia sama sekali tidak tahu mengapa anaknya sampai begitu marahnya bila disuruh belajar, maka yang ia lakukan adalah menguncinya di kamar selama berjam-jam. Padahal hal itulah yang menjadi penyebab anaknya tidak mau belajar. Hal itu tak hanya dialami oleh Liana, Vega ibu dari Yosua 11 tahun juga mengalami hal yang sama. Yosua yang pendiam akan pergi kabur naik sepeda bila waktu les matematikanya sudah tiba. Setelah pulang dari ‘kabur’nya itu, Vega sudah menyiapkan kemoceng yang digunakan untuk memukul kaki anaknya. “Dengan begitu, dia baru bisa kapok,” ujarnya. Padahal hal itu sudah beberapa kali terjadi dan Yosua tidak kapok-kapok juga. Vega juga seperti Liana yang sering malarang anaknya bermain bersama teman-temannya di kompleks perumahan mereka. Tak jauh dari rumah Vega, terdapat sebuah fasilitas taman. Namun, Vega berkali-kali lebih memilih menyuruh anaknya bermain saja di rumah ketimbang bermain di taman. “Tidak aman” katanya.

Bagi anak, kata “belajar” seringkali merupakan kata yang sangat ingin dihindari, dijauhi bahkan dimusuhi. Tidak bisa dipungkiri, banyak anak yang mengalam demikian, bahkan mungkin anak kita sendiri mengalaminya. Bisa jadi pengalaman mereka dalam belajar bukanlah pengalaman yang menyenangkan, tapi justru menyeramkan, menyakitkan, bahkan menakutkan. Betapa tidak, “belajar” seringkali diasosiasikan dengan pengalaman dimarahi, dipukul, atau bahkan “dilecehkan secara verbal”. Liana juga tidak memperbolehkan anaknya yang berusia 9 tahun itu keluar rumah bermain bersama teman-temannya dengan alasan takut dipengaruhi buruk oleh teman-teman anaknya. Sungguh ironis. Padahal anak seusia Gilbert (6-12 tahun) membutuhkan suasana kondusif dalam mengasah pengetahuan menjadi ketrampilan praktis misalnya dengan bermain bersama teman. Hal tersebut diungkapkan oleh Erik Erikson dalam teori perkembangan social manusia. Tokoh psikolog dunia ini mengatakman bahwa anak seusia itu telah memiliki pengetahuan dasar yang baik tentang kemampuan diri dan lingkungan. Setidaknya ada 3 manfaat penting dari memberi waktu bermain bersama teman-temannya. Dengan bermain, anak diajarkan unntuk berbagi, dilatih untuk melindungi kepentingan sendiri dan teman, dan anak usia di atas 8 tahun akan mulai belajar berempati. Hal ini tidak disadari oleh Liana dan para ibu lainnya. Bermain seakan-akan menjadi sebuah penjahat bagi anak. Walau begitu, sudah banyak sekolah yang menanamkan anak untuk gemar belajar lewat bermain. Sekolah teman bermain (kindergarten) sampai sekolah dasar menyediakan fasilitas permainan edukasi bagi para muridnya.

Seperti terlihat di SDK Ipeka Jakarta Utara, pihak sekolah menyediakan sebuah tempat bermain lengkap dengan alat pengamannya. Permainan berkelompok seperti lomba lari estafet, dan bola tangan menjadi salah satu permainan dalam yang dilakukan dalam bidang studi olahraga setiap minggu. Putri dan Melanita, siswi SDK Ipeka terlihat sangat menikmati permainan bola tangan yang sedang mereka mainkan bersama teman-temannya di bawah pengawasan guru. Tubuh mereka berkeringat dan gerakannyaa sangat lincah. Beberapa kali Melanita melambai-lambaikan tangannya dengan gembira pada penulis ketika timnya berhasil mencetak skor. Tak hanya itu, beberapa temannya juga sempat menolong salah satu teman mereka yang terjatuh. Mereka meniup-niup lutut temannya yang lecet. Mungkin hal ini terlihat biasa, tapi inilah salah satu manfaat dari bermain bersama teman. Mereka belajar berempati.

Dengan bermain, anak juga banyak belajar dari lingkungan dan interaksinya dengan teman. Hal tersebut dibutuhkan anak untuk ketrampilan ketika dewasa nanti.


(January 2009)

Improving Public Transportation to Solve Jakarta’s Traffic

Indonesia has a lot of problems that should be faced. One of them is the infrastructure in Jakarta, the capital city of Indonesia. Traffic jam, air pollution, jobless people, and the crowd have been the most major problems that we can see. To solve the traffic jam, there are many alternatives that the government can use but not all of them can be the best alternative. I think, Indonesia government should spend more money on improving public transport whether in Jakarta or in another city or province. According to JakartaTravelInfo.com, city of Jakarta is about 8,500,000 people live in there. The government should provide more public transportation for them. It is all because there are already many existing public transportation system that can be continued, public transportation can help to reduce air pollution rather than having many private vehicle, and with adding public transportation, there will be many working fields for the jobless people.

As we know, the government has been creating a few public transportation system such as Trans-Jakarta, railway, ferry crossing and others. It will be great if the government continue the existing public transportation. Trans-Jakarta (or people usually call it busway) is in progress giving transportation service for Jakarta people. We can take a Trans-Jakarta bus from Harmoni central busway to Bekasi or other place. For railway, the transportation ministry also plans to make a railway system that will provide direct access to Tanjung Priok port, and from Manggarai station to Soekarno-Hatta International Airport, which will cost Rp 2 trillion (Jusman, The Jakarta Post). If the government could arrange the budget and use it effective and efficiently, Jakarta people will be serviced by many kind of public transportation.

Improving public transportation also can reduce the air pollution that always be a problem to the citizen. Imagine if 50 people that can fit into one bus or Trans-Jakarta bus are using their private vehicle. It is 1 bus equal to 50 cars that will make air polluted.
On the other hand, with adding and renew the public transportation, it will provide many working fields for the jobless people that the number of it is very high. For bus, at least it needs 3 people work in it, and for a train or subway, at least it needs 5 people to work in it.

Rather than the other alternatives such as expanding roads or decreasing the sell of private vehicle, I think that improving public transportation is the best way to solve the traffic jam in Jakarta. The government can not re-build the city construction, so they have to provide and spend more money to make a good public transportation.


(30 June 2008)

Sunday, April 5, 2009

Investigasi Pemotongan Hewan Qurban

Hari Idul Adha yang jatuh pada tanggal 20 Desember pada tahun 2007 ini seperti biasa diwarnai dengan pemotongan hewa kurban. Idul Adha adalah salah satu hari besar umat Islam. Di lebaran ini umat Islam melakukan potong hewan kurban seperti kambing, sapi, kerbau. Selain itu juga ada sebagian umat Islam yang menunaikan ibadah haji, makanya lebaran ini sering disebut lebaran Haji.


Di daerah Sunter, pemotongan hewan kurban dilakukan di berbagai tempat. Ada yang di masjid, ada juga yang di komplek perumahan. Seperti yang dilakukan oleh para pemuda Karang Taruna, pemotongan hewan kurban dilakukan di Jalan Agung Jaya 15. Ada 11 ekor kambing dan 1 satu ekor sapi. Menurun dari tahun lalu yaitu 12 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Pemotongan dilakukan pada pukul 8.30, oleh para pemuda Karang Taruna yang jumlahnya ada sekitar 15 orang. Kambing dan sapi diikat di kayu dengan tali dan diikatkan kain pada lehernya yang ada tulisan nama pemberi kurban tersebut. Sebelum pemotongan dimulai, disiapkan macam-macam keperluan seperti pisau tajam, kayu panjang untuk menggantung hewan yang akan dikuliti, terpal yang digelar di jalan sebagai tempat untuk memotong hewan yang sudah dikuliti.
Tiap pemuda yang terlibat dalam kepanitian memakai name tag untuk mudah dikenali. Setelah semua sudah disiapkan, pemotongan pun dimulai.

Hewan yang pertama dipotong adalah sapi. Sapi ditiduri di jalanan, lehernya ditempatkan di atas sepotong balok kayu dan dipotong. Orang yang memotong dan yang berada di sekitar sapi itu membaca doa Allahu Akbar. Darah sapi pun bermuncratan. Setelah sapi dipotong, lanjut ke kambing. Ada seorang laki-laki yang membacakan nama orang yang memberi hewan kurban itu. Kambing satu-satu digiring ke got yang ada dekat situ, lehernya ditaruh di sebuah balok kayu dan kemudian dipotong. Yang menyeramkan adalah, ada beberapa kambing yang masih bergerak-gerak seperti meronta walaupun sudah dipotong lehernya. Ada seekor kambing yang sampai sudah digantung di balok kayu untuk dikuliti masih saja meronta yang menyebabkan darahnya semakin bermuncratan. Orang yang memotong hewan ada sekitar dua orang yang bergantian, salah satu nya adalah Pak Miming yang merupakan ketua panitia juga. Sedangkan pemuda yang lain ada yang bertugas menguliti, memotong dan ada juga yang mengambil gambar dengan kamera. Para pemuda tidak menghiraukan banyaknya darah yang berceceran di jalan yang mereka pijak. Bahkan beberapa pemuda membiarkan pakaian mereka kotor karena darah.

Saat sedang sibuk menguliti, ada seorang nenek yang menghampiri dan ternyata ia meminta empedu dari kambing jantan! Seorang pemuda segera mengambil empedu yang masih segar langsung dari perut kambing itu dan diberikan kepada si nenek dan ia pun langsung menelannya! Padahal empedu kambing itu sangat pahit rasanya. “Untuk obat”, kata si nenek. Memang ada mitos kalau empedu kambing yang sangat pahit itu dapat menjadi obat yang mujarab untuk berbagai macam penyakit.


Ukuran kambing yang ada cukup beragam. Ada yang kecil, dan ada juga yang besar. Namun, cap dinas kesehatan tidak terlihat. Ntah tertutup atau memang tidak ada.

Pembagian kurban kepada mereka yang membutuhkan dilakukan pada pukul 12.00 di tempat yang sama dengan menggunakan kupon. Mereka yang ingin mendapatkan daging kurban akan diberi kupon dan ditukarkan dengan daging. Kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahun saat hari raya Idul Adha, dan selalu dilakukan di lokasi yang sama yaitu di Jalan Agung Jaya, komplek perumahan Sunter blok B.
(7 January 2008)

Yoghurt Print Ad Concept

my concept for my team's yoghurt advertisement.
- the yoghurt pic were so bad -


(7 July 2007)

Saturday, April 4, 2009

Investigasi Jaipong Malam

Jaipong adalah sebuah seni tari dari daerah Jawa Barat (Sunda) yang namanya sudah tidak asing lagi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jaipong bermula dari tari Ketuk Tilu, tarian tradisional khas Sunda. Setelah berkembang dengan berbagai variasi, baik dalam musik maupun gerak, tarian ini menjelma menjadi jaipongan. Kesenian ini pada kenyataannya telah melancong ke mancanegara dan sering menjadi duta bangsa. Gerak tari ini didominasi goyangan pinggul, pinggang, punggung, tangan, dan kepala. Irama musiknya lebih dikenal lewat hentakan gendang. Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah modern dan sudah mengalami modifikasi. Tari ini dimainkan dengan iringan musik yaitu degung. Kumpulan beragam alat musik seperti kendang, gong, saron, kacapi, dan lain-lian. Degung bisa diibararatkan orkestra dalam sebuah pagelaran musik klasik, atau pop.


Seiring pergantian jaman, kebudayaan seperti tari Jaipong ini sering terabaikan. Hanya segelintir orang yang tetap melestarikan budaya tari ini walaupun pementasan Jaipong terkadang sudah berubah kea rah yang negative yaitu erotis. Ciri khas dari tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik gendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok.

Ada sebuah pertunjukkan Jaipong di kota Jakarta tepatnya di Pisangan, Jatinegara yang cukup terkenal di kalangan rakyat menengah ke bawah. Letaknya ada di bawah kolong jembatan. Ada 2 tempat pertunjukkan di sana, yang pertama adalah Mekar Megara dan Lestari Jaipong. Namun yang lebih terkenal adalah Lestari Jaipong. Yang membedakan antara Mekar Megara dengan Lestari Jaipong asalah musik tradisional yang dipakai oleh Lestari Jaipong lebih kental daripada Mekar Megara. Pertunjukkan dimulai pada pukul 22.00 dan selesai kira-kira pukul 3.00 dini hari. Pengunjung lebih banyak datang pada pukul 12.00 sampai pukul 2.00, dan mereka biasanya sudah mulai mabuk-mabukan. Tempat pertunjukkannya sengat sederhana dan tidak luas, berupa panggung kecil, di sebelah warung kopi dan banyak pemuda-pemuda yang nongkrong disana. Dari stasiun kereta api yang letaknya tidak jauh dari situ, musik sudah terdengar. Tidak heran bila banyak pengunjung yang datang, karena pemain Jaipong ternyata cantik-cantik juga. Mereka memakai kostum yang warna warni dan berhiaskan bunga di kepalanya. Dengan melenggak-lenggokan tubuh, mereka menghibur para penonton. Sedangkan penyanyinya minta saweran (uang) dari para penonton.
Lestari Jaipong berdiri sejak 1959 dan sekarang sudah generasi ke-5, dikelola oleh Bapak Asep. Pertunjukkan Jipong tidak hanya menari tetapi juga sinden, yaitu menyanyi dengan bahasa Sunda. Tetapi terkadang lagu dangdut pun jadi, sambil diiringi alat musik keyboard. Hal itu dilakukan untuk mengikuti perkembangan jaman. Jumlah pemain di Lestari Jaipong ada 11 orang yang semuanya berasal dari Karawang. Umur mereka kira-kira 13 sampai 24 tahun. Pertunjukkan ini bisa menghasilkan pendapatan sampai 1 juta rupiah bila sedang ramai, dan kalau lagi sepi terkadang hanya Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Tidak hanya pentas di daerah Pisangan ini, tapi mereka dapat dipesan untuk acara hajatan yang harganya tidak murah juga yaitu Rp 5.000.000 per malam. Banyak gossip yang mengatakan penari Jaipong ini bisa dibawa pulang atau ‘ditiduri’. Dan ternyata memang benar, mereka bisa dibawa tidur tapi hanya untuk pelanggan tetap yang rajin datang.

Di setiap pertunjukan Jaipong, ada seorang senior yang biasanya dipanggil dengan sebutan ‘mama’ yang menjadi penyanyi di pertunjukan. Di Lestari Jaipong, namanya mama Nur. Ia berasal dari Karawang yang merupakan daerah yang memang terkenal dengan Jaipong-nya. Ia sudah 20 tahun menjadi sinden dan mengaku baru 2 minggu di Lestari Jaipong. Sebelumnya ia ada di Mekar Megara yang katanya masih bersaudara dengan Lestari Jaipong. Dalam setiap pekerjaan pasti ada suka dan dukanya, begitu juga dengan menjadi sinden Jaipong. Sukanya, ia dapat menyalurkan hobi menari dan menyanyinya dan menjadi suka menghibur. Sedangkan dukanya, ia tetap harus melakukan pekerjaannya walaupun ia sedang sakit.

Bila anda penasaran bagaimana menonton pertunjukan ini, anda bisa datang pada hari Senin sampai Minggu, kecuali Kamis malam, mulai pukul 22.00. Namun, jangan datang terlalu larut malam karena para pengunjung biasanya sudah mulai mabuk-mabukan dan siapkan saweran anda tentunya.


(26 November 2007)